Telp (021) 568 4770 & WhatsApp : 0856 114 7133 info@kliniktulangbelakang.com

3 Tanda Deteksi Dini Skoliosis pada Usia Kanak-kanak

Menentukan usia terjadinya skoliosis merupakan faktor yang penting karena onset usia scoliosis akan menentukan prognosis atau gambaran prediksi skoliosis ke depannya. Biarpun skoliosis idiopatik tipe adolescent atau remaja adalah jenis skoliosis yang paling banyak, namun penting juga untuk mengetahui jenis pada usia kanak-kanak yaitu infanfil dan juvenil karena biasanya memiliki progresivitas yang lebih tinggi dibandingkan tipe remaja, sehingga butuh intervensi yang tepat sedini mungkin.

Deteksi dini

Di negara maju seperti Amerika Serikat, kebanyakan anak dapat dideteksi dini oleh perawat sekolah melalui skrining pada usia sekolah dasar. Biasanya anak diperiksa dengan melakukan Adam’s test dengan membungkuk ke depan, tangan digantung ke depan, untuk melihat ada tidaknya punuk pada iga atau kelainan bentuk punggung. Namun testing seperti ini belum umum dilakukan di sekolah di Indonesia, sehingga kepekaan orang tua menjadi kunci utama deteksi dini pada anak-anak. Untuk membaca apa itu deteksi dini klik di sini

Baca Juga! :  Ternyata Skoliosis Ada 7 Jenis

Jika ada kecurigaan adanya skoliosis, maka setelah melakukan Adam’s test, orang tua juga dapat melihat karakteristik fisik penyerta skoliosis lainnya:

  1. Postural asimetri, seperti perbedaan panjang kaki, perbedaan tinggi bahu, kemiringan tubuh, dan asimetri panggul.
  2. Deformitas telapak kaki berupa cavovarus, dimana tumit mengarah ke sisi dalam tetapi terbentuk arch yang tinggi.
  3. Karena skoliosis pada usia kanak-kanak seringkali terjadi bersamaan kelainan bawaan lain, lihat juga tanda lahir penyerta seperti: café-au-lait (spot kecoklatan) pada neurofibromatosis; atau melihat tanda pada kulit di daerah midline tulang belakang berupa kumpulan rambut, dimple atau tahi lalat, apabila ada kelainan penutupan neural tube pada tulang belakang. 

café au lait spot

 

Cavovarus Feet

Apabila ditemukan maka orang tua dapat segera membawa anak ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lain berupa test neurologis yang meliputi tes kekuatan motorik, reflex normal dan patologis, dan analisis gaya jalan. Baru setelah itu dilakukan pemeriksaan radiologi berupa x-ray dalam posisi tegak untuk melihat derajat kemiringan, dan mungkin juga diperlukan pemeriksaan MRI untuk memastikan ada tidaknya kelainan neural seperti syringomyelia (kista dalam Spinal Chord / jaringan syaraf tulang belakang).

Baca Juga! :  Perbaikan Penampilan dari Scoliosis dengan Brace GBW

Untuk skoliosis tipe infantil (Scoliosis yang terjadi di bawah umur 3 tahun), dokter juga dapat menggunakan kriteria Mehta dalam menilai progresivitas dengan mengevaluasi derajat kemiringan skoliosis, sudut yang dibentuk oleh rusuk (Rib Vertebral Angel Measurement / RVAB) dan memantau perkembangan tulang rusuk dan vertebra. Kurva dengan RVAD saat awal pengukuran lebih dari 20 derajat dianggap tipe yang progresif.

Dengan mengertinya kita akan deteksi dini maka intervensi yang tepat pada usia dini akan dapat mengobati Scoliosis dengan baik, salah satunya dengan pengobatan secara konservatif, baik penggunaan alat bantu seperti Brace GBW atau rehabilitasi Scoliosis dengan latihan yang spesifik.

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai perbedaan skoliosis pada usia kanak-kanak dapat dilihat di: Mengenali Skoliosis Idiopatik pada kanak kanak.

Referensi:

https://www.orthobullets.com/spine/2055/infantile-idiopathic-scoliosis

https://www.orthobullets.com/spine/2054/juvenile-idiopathic-scoliosis

 

Pin It on Pinterest

WhatsApp Us