Telp (021) 568 4770 & WhatsApp : 0856 114 7133 info@kliniktulangbelakang.com

Operasi Skoliosis atau Brace?

Seringkali orang tua kaget mendapatkan anaknya yang beranjak remaja, menderita Skoliosis dan divonis harus dioperasi. Tidak ada jalan lain kecuali dioperasi. Benarkah demikian?

Seperti yang pernah saya bahas di artikel artikel-artikel sebelumnya. Operasi boleh dilakukan bila ada indikasi medis tertentu dan tidak ada lagi proses rehabilitasi yang bisa dilakukan selama masa pubernya berjalan. Indikasi medis seperti apa? Bila Skoliosis mengancam kehidupannya, kualitas hidup yang menurun sehingga tidak dapat melakukan kegiatan sehari hari ataupun cacat. Nah seringkali indikasi medis yang tidak ada, ditakut-takuti nantinya akan terjadi. Operasi juga paling bagus dilakukan bila pertumbuhan badannya telah selesai (16 tahun ke atas), untuk menghindari komplikasi Crank Shaft Phenomenon (tetap berputarnya tulang belakang dan tulang rusuk walau telah ditanam baut dan mur besi)

Sebenarnya kenapa Skoliosis perlu diobati?

Alasan paling utama kenapa harus diobati adalah Aspek Kosmetik (penampilan). Aspek-aspek lainnya merupakan hal sekunder dan mungkin dirasakan di kemudian hari, seperti pegal, gampang cape, sesak akibat paru yang tertekan, pergerakan tlg belakang terbatas ataupun nyeri. Jarang sekali mengancam kehidupan.

Jadi untuk itu, anda bisa menimbang antara resiko dan reward yang bisa diterima dari operasi. Belum efek samping setelah dioperasi, seperti bekas luka yang panjang, kekakuan tulang belakang seumur hidup, rasa pegal setelah operasi di belakang hari (flat back phenomenon), dan lainnya. Juga Komplikasi setelah operasi, seperti re-surgery/operasi ulang, infeksi, alat yang patah dan lain sebagainya. – Operasi tulang belakang Scoliosis.

Anda juga bisa menimbang resiko dan reward yang diberikan oleh perawatan konservatif atau non operasi. Seperti exercise, terapi brace GBW dan lainnya. Supaya seimbang, saya beberkan beberapa pertimbangan. Terapi Brace yang efektif adalah untuk Pasien Usia 10-14 tahun, Brace (GBW) yang dapat mengkoreksi minimal 50% atau lebih dari derajat kurva yang ada, serta Pemakaian yang komitmen 22jam sehari (setelah mengetahui Correction in Brace min 50% dgn X-ray sejak hari pertama dipakaikan). Dengan tingkat Resiko hampir tidak ada selain lecet atau nyeri di kulit yang sementara sifatnya. – Dan Brace apa yang bagus? – Tentu Brace yang dapat menghindarkan anak Anda dari operasi!

Jadi Anda bisa menimbang dan memutuskan dengan bijak. Karena dengan pertimbangan yang bijak maka ada kesembuhan dan keselamatan. Dengan Operasi atau Brace tentu memiliki keunggulan, resiko dan keterbatasannya.

Bila Anda ingin melihat keunggulan daripada Brace, kami tampilkan beberapa contoh dari pasien-pasien kami.

  • Landa, 13 tahun. Perempuan, 60 derajat menjadi 20 derajat.

Scoliosis

  • Vella, 13 tahun. Perempuan, 60 derajat menjadi 36 derajat.

scoliosis

  • Ayu, 14 tahun. Perempuan, 45 derajat menjadi 25 derajat.

scoliosis

Ucapan terima kasih dan semangat kepada Ayu, sudah berhasil menurunkan kurva hingga 25 derajat. Terima kasih atas dukungan orang tua yang terus mensupport anaknya, juga Keceriaan dari Ayu dan semangatnya. Perjuangan belum selesai. Semangat dan maju terus!

spine clinic

WhatsApp Us

Pin It on Pinterest